Kamis, 11 September 2014

Merajut mimpi dari PKUEKP


Berawal dari kesamaan hobi dalam hal jahit menjahit, lima orang  ibu ibu yang berada di dusun Krajan Desa Kembangan berinisiatif mengajukan usulan pelatihan kapasitas usaha kelompok perempuan. Ibu ibu ini  mempunyai kemampuan dasar menjahit, ada yang sudah membuka jahitan dirumah, ada yang pernah kursus namun putus ditengah jalan,ada yang tidak mempunyai peralatan dirumah sehingga ketrampilan yang dimiliki tidak tersalurkan, ada pula yang biasa membantu di salah satu anggota ketika ada tetangga yang menjahitkn baju.  Dalam penggalian gagasan kelompok perempuan usulan tersebut menjadi salah satu prioritas usulan dalam pengaajuan kegiatan di Program PNPM Mandiri Perdesaan.
Melalui kegiatan PKUEKP sebagai usulan pengganti SPP PNPM Mandiri Pedesaan tahun anggaran 2013 kelompok yang menamai dirinya Kelompok “Lima Sekawan” ini mendapatkan pelatihan modes bekerja sama dengan LPK TATIK di Salamrejo Karangan. Memilih LPK Tatik karena peserta didik di LPK Tatik akan mendapatkan ujian Negara yang pada Uji  Kompetensinya diakui di Jawa Timur. Peserta didik akan dilepas ketika mereka benar benar menguasai materi ajar, dan terus dibimbing untuk mendapatkan kemitraan setelah mereka lulus.  Mereka mendapat pelatihan ketrampilan  dasar sampai dengan tingkat mahir selama 4 bulan mulai bulan September sampai dengan Desember 2013, dan di akhir bulan Desember Alhamdulillan  kelompok Lima Sekawan lulus dalam uji kompetensi standar Nasional. Selain mendapatkan pelatihan kelompok Lima Sekawan ini mendapat bantuan berupa mesin jahit  dan mesin obras,.  
Di sebuah  rumah yang asri dan tenang , di RT 10 RW 05 Dusun Krajan tepatnya di rumah Ibu Siti Nurjanah, peralatan tersebut diletakkan.  Rumah tersebut sekaligus sebagai base camp ibu ibu ketika berkumpul dan beraktifitas. Setelah pelatihan ibu ibu ini sering berkumpul disini. Minimal satu bulan sekali mgadakan pertemuan rutin yang didampingi oleh FK dan UPK  PNPM Mandiri Perdesaan, sedangkan aktifitas menjahit dilakukan bersama hampir setiap hari berkumpul.
Kelompok Lima sekawan ini bersepakat merintis usaha bersama,  melakukan kegitan kelompok mengumpulkan  modal  dengan iuran wajib Rp. 228.000,- per anggota hingga terkumpul modal Rp. 1.219.000,-. Dalam buku kaskelompok tercatat uang tersebut pada kegiatan awal dibelikan kain dan bahan bahan lain sebagai bahan modal pertama. Kelompok ini membeli bahan seprei, bahan baju dan juga menerima jasa menjahit dari tetangga sekitar. Mereka membeli bahan seprei karena banyak yang pesan. Jika ada tetangga yang menginginkan permak pakaianpun mereka terima. Harga yang mereka bandrol relative murah. Harga bawahan satu rok panjang mereka bandrol Rp.60.000,- Harga yang relative murah jika dibandingkan di pasar atau di toko “Memang kami patok harga yang miring, untuk awal produksi……biar dikenal dulu,  banyak yang tertarik dan datang………….itung itung buat promosi…” begitu Bu Siti salah satu anggota memberi alasan. Memang di Desa salah satu media promosi adalah sarana getok tular antar tetangga. Sekarang mereka mencoba untuk menyulam dan menghias jilbab. Kelompok membeli jilbab polos di pasar kemudian menghias dengan berbagai macam motif dan corak, namun di awal mereka mencoba hasilnya masih agak kasar sehingga perlu peningkatan ketrampilan.  Diharapkan dari menghias, menyulam kerudung/jilbab polos mampu meningkatkan nilai jual kerudung tersebut. “ Lumayan biasa buat tambahan beli bumbu dapur…………” seloroh Bu Daryati sambil tersenyum. Merajut mimpi…………meniti asa.
Kelompok menjahit PKUEKP "Lima Sekawan" Desa Kembangan

0 comments:

Posting Komentar